Cari Materi

Teknik Menggunakan Kamera

Teknik Menggunakan Kamera - Hallo bapak/ibu guru dan juga pengunjung lain, selamat datang kembali di blog edukasi KUMPULAN MATERI PELAJARAN, Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah materi dengan judul Teknik Menggunakan Kamera untuk bapak/ibu guru dan pengunjung lain, semoga materi ini bisa membantu dalam kegiatan belajar mengajar.. Artikel Materi Multimedia, yang kami tulis ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semuanya, artikel maupun materi yang kami bagikan boleh di gandakan maupun di salin ke media lain..

Judul : Teknik Menggunakan Kamera
link : Teknik Menggunakan Kamera

Baca juga


Teknik Menggunakan Kamera

Gerakan kamera (Gerakan Camera) merupakan kegiatan untuk membangun suasana dramatis dalam video atau film ditembak dengan cara menggerakkan kamera. 
Jangan Menggunakan Kamera Sebelum Anda Tau Teknik Ini

Banyak alasan mengapa kamera telah dimobilisasi, di samping membangun suasana dramatis, penggunaan yang tepat dari gerakan kamera untuk membuat lebih visual dinamis, mengarahkan perhatian penonton pada mata pelajaran tertentu, mengungkapkan atau menyembunyikan dimensi ruang, dan juga untuk membuat lebih visual ekspresif.

Gerakan Kamera

Beberapa Jenis Gerakan Kamera


Memindahkan kamera dalam film harus ditembak mimiliki alasan yang cukup kuat, hal ini bertujuan untuk menghindari tembakan-tembakan yang tidak penting yang hanya akan memperpanjang durasi film tetapi tidak dapat berbicara apa-apa. Ada 8 teknik dasar gerakan kamera yang dapat digunakan dalam penembakan. Dari masing-masing teknis juga melakukan kombinasi lebih bervariasi sehingga hasil visual.

Teknik dasar Gerakan Kamera Meliputi:


1. Zoom

Zoom / zooming adalah gerakan yang paling dasar, dengan cara menuju atau menjauhi obyek secara optik dengan mengubah panjang fokus lensa perspektif sempit ke sudut pandang lebar, atau sebaliknya. gambar yang dihasilkan adalah subjek dari gerakan ini seakan mendekati (Zoom in) dan subjek seakan pergi (Perkecil).

Perubahan ukuran dari subjek secara visual akan terjadi dalam satu frame, misalanya dari Long Shot sebagai Ditembak Menengah atau yang lain. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan posisi kamera tetap diam atau dalam kombinasi dengan gerakan kamera lainnya.

Memperbesar biasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang lebih penting, baik dalam subjek dan adegan. Pandangan yang semula memiliki banyak mata pelajaran dapat mengerucut menjadi satu atau beberapa mata pelajaran saja. Sementara zooming tahu lebih lanjut dilakukan untuk menarik penonton untuk mengetahui ruang di mana subjek, serta untuk menunjukkan ada banyak hal penting yang dapat dilihat di sekitar subjek.

Bagi banyak adegan, penggunaan zoom tidak begitu efektif digunakan. Penggunaan Cut-Cut waktu editing dapat mempersingkat durasi bahkan jika apa yang ingin Anda disampaikan melalui gambar-gambar yang sama.

2. Dolly

Dolly (Jalur) yang menembak menuju atau jauh dari subjek dengan menggerakkan kamera pada tripod atau dolly. Shooting cara ini biasanya lebih kamera dapat merasa seolah-olah mata penonton, gerakan kamera dapat mewakili pergerakan penonton sehingga mereka dapat diambil untuk terlibat dalam sebuah film acara.

dolly kamera di atau dekat dengan subjek, biasanya digunakan untuk membawa perasaan penonton untuk menjadi berani, kuat, dan siap untuk menghadapi tantangan. Sementara Dolly out (jauh dari subjek) dapat digunakan untuk mewakili rasa kecewa, rasa takut, dan merasa rendah diri.

Seperti penggunaan zoom in, gerakan Dolly dalam mendekati subjek untuk mengambil penonton pada titik pusat perhatian, perasaan ketegangan dan membangun rasa ingin tahu. Sedangkan proses pelepasan ketegangan dapat dilakukan dengan dolly keluar.

3. Pan

Pan / Panning gerakan kamera belok kiri (pan kiri) atau kanan (pan kanan). Ada banyak fungsi dalam tembakan ketika melakukan Paning meskipun pada prinsipnya menggunakan gerakan yang sama.

Gerakan pan yang sering digunakan dalam penembakan pada umumnya adalah Ikuti pan, yaitu gerakan kamera mengikuti subjek bergerak (bepergian), biasanya untuk mempertahankan komposisi visual agar tetap proporsional dalam frame, memberikan ruang kepala dan kaki ruang sehingga subjek tidak terpotong ketika membuat bergerak tertentu.

Gerakan Paning juga dapat dibuat untuk menembak objek stasioner, misalnya kondisi ruangan, gambar-gambar yang berderet di dinding, kota atau yang lain. Itu adalah untuk membangun suasana di mana subjek adalah lingkungan sekaligus menciptakan interaksi visual antara subjek dan lingkungannya (survening pan).

Interupted pan juga merupakan salah satu jenis gerakan pan kamera. Teknik ini digunakan ketika mencoba untuk menghubungkan dua mata pelajaran yang berbeda dalam satu tembakan. Misalnya, tembakan awal untuk mengikuti pan pada subjek berjalan di mal, kamera tiba-tiba berhenti dan fokus tindak pan pada sosok seorang anak yang mencoba untuk mencuri salah satu makanan di toko. Contoh lain seperti adegan di mana subjek meninggalkan ruangan, kamera bergerak ke arah telepon yang tersisa di atas meja.

Gerakan Paning juga dapat digunakan untuk transisi antara dua tembakan, istilah yang populer digunakan adalah pan whipe, gerakan Paning cepat antara tembakan satu sama lain. Penggunaan transisi ini dapat membuat gambar lebih dinamis dan mempersingkat waktu dalam sebuah acara yang memiliki hubungan sebab akibat.

4. Crab

Kepiting / crabing adalah gerakan kamera menyamping atau ke samping, berjalan sejajar dengan mata pelajaran yang sedang berjalan. Gerakan kepiting ini mirip dengan Dolly, perbedaannya hanya dalam arah pergerakan kamera. Jika Dolly bergerak bolak-balik, kepiting bergerak meninggalkan (kepiting kiri) atau kanan (kepiting kanan).

5. Tilt

Miringkan / Memiringkan gerakan vertikal kamera, mendongak dari bawah ke atas (miring up) serta dari atas ke bawah (miring ke bawah). Memiringkan gerakan secara luas digunakan untuk menggerakkan mata penonton pada aktivitas tertentu pada subjek, misalnya, dimulai dengan tembakan dari wajah wanita sujud menangis, melakukan memiringkan kamera bawah, dan tembakan berakhir di jari bergetar sedang dibaca / membalas sms dari seseorang, mungkin yang terputus pacarnya.

Proses sebab dan akibat dapat dibuat dengan memiringkan, dalam adegan yang sebenarnya di atas bisa juga telah terbalik dengan melakukan tilt up, yaitu mulai dari bergetar jari ditembak menulis sms, kemudian memiringkan up pada wajah menangis.

6. Pedestal (Ped)

Pad (Alas) adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaikkan dan diturunkan. Sekarang banyak digunakan Portal-Jip Traveller. Alas up adalah istilah yang digunakan untuk gerakan kamera meningkat, sedangkan alas bawah gerakan kamera berasal.

7. Arc

Arc adalah gerakan kamera berputar di sekitar objek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

8. follow

Follow adalah gerakan kamera mengikuti objek bergerak, bisa pan, tilt, atau ped lainnya. Untuk membuat gambar lebih dinamis juga dapat mennggunakan crane, atau juga dapat dilakukan dengan genggam. Derek mungkin menggabungkan beberapa kamera gerak sehingga gambar dapat terlihat dinamis.


Demikianlah Artikel Teknik Menggunakan Kamera dari kami untuk bapak/ibu guru dan juga pengunjung blog edukasi ini

Sekianlah artikel dengan judul Teknik Menggunakan Kamera, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk pengunjung sekalian, seperti orang bijak mengatakan "membaca adalah jendela dunia" maka dari itu simpan dan ingat alamat blog ini dan datanglah kembali untuk mencari materi yang lain dan bacalah agar kita bisa menambah wawaan dan memajukan anak didik kita.., sampai jumpa di artikel lainya...

Anda sekarang membaca artikel Teknik Menggunakan Kamera dengan alamat link http://www.materiajar.web.id/2017/03/teknik-menggunakan-kamera.html

0 Response to "Teknik Menggunakan Kamera"

Posting Komentar