Cari Materi

KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi

KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi - Hallo bapak/ibu guru dan juga pengunjung lain, selamat datang kembali di blog edukasi KUMPULAN MATERI PELAJARAN, Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah materi dengan judul KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi untuk bapak/ibu guru dan pengunjung lain, semoga materi ini bisa membantu dalam kegiatan belajar mengajar.. Artikel Bahasa Indonesia, yang kami tulis ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semuanya, artikel maupun materi yang kami bagikan boleh di gandakan maupun di salin ke media lain..

Judul : KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi
link : KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi

Baca juga


KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi

pengertian konjungsi, macam macam dan contoh konjungsi

Pengertian Konjungsi

Konjungsi (kata penghubung) adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru), adapun kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.

Macam-Macam Konjungsi

Secara garis besar konjungsi terbagi menjadi 3 macam, diantaranya yaitu konjungsi antar klausa, konjungsi antar kalimat, dan konjungsi antar paragraf. Untuk lebih jelasnya mengenai macam-macam konjungsi berikut silahkan simak dibawah ini.

1. Konjungsi antar Klausa

Konjungsi antar klausa terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

a. Konjungsi koordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status konjuksi setara (sintaksis yang sama). Contoh:
  • Atau (menyatakan pemilihan).
  • Dan (menyatakan penambahan).
  • Tetapi (menyatakan perlawanan).
b. Konjungsi subordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status konjungsi bertingkat (sintaksis yang tidak sama).

Contoh:
  • Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya (menyatakan pengandaian).
  • Agar, supaya, biar (menyatakan tujuan).
  • Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala  (menyatakan syarat).
  • Seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana (menyatakan pemiripan).
  • Sebab, karena, oleh karena (menyatakan sebab).
  • Biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun (menyatakan konsesif)
  • Hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) (menyatakan akibat).
  • Bahwa (menyatakan penjelasan).
  • Sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara,      sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
c. Konjungsi korelatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status konjungsi setara (sintaksis yang sama). 
Konjungsi korelatif terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. 

Contoh
  • Tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
  • Jangankan …, …pun .
  • Bukan hanya …, melainkan …
  • Apa(kah) … atau …
  • (Se)demikian (rupa) … sehingga…
  • Baik … maupun …
  • Entah … entah …

2. Konjungsi antar Kalimat

Konjungsi Antar kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.  Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan selalu huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital karena merupakan awal dari satu kalimat.

Contoh:
- Biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu (menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu).
- Kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu (menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya).
- Sebaliknya (menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya).
- Sesungguhnya, bahwasannya (menyatakan keadaan yang sebenarnaya).
- Malahan, bahkan (menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
- Akan tetapi, namun, kecuali itu (menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya).
- Dengan demikian (menyatakan konsekuensi).
- Oleh karena itu, oleh sebab itu (menyatakan akibat).
- Sebelum itu (menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya).

3. Konjungsi antar Paragraf

Konjungsi antar paragraf adalah konjungsi (kata penghubung) yang menghubungkan satu paragraf dengan paragraf lainnya. Konjungsi ini berfungsi untuk menjadikan suatu paragraf unity, coherent, dan sistematis. Konjungsi ini biasanya berada di awal paragaraf.

Contoh:
  • Terlebih lagi ....
  • Disamping …..
  • Tak hanya sebagai …
  • Oleh karena itu …
  • Berdasarkan …


Demikianlah Artikel KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi dari kami untuk bapak/ibu guru dan juga pengunjung blog edukasi ini

Sekianlah artikel dengan judul KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk pengunjung sekalian, seperti orang bijak mengatakan "membaca adalah jendela dunia" maka dari itu simpan dan ingat alamat blog ini dan datanglah kembali untuk mencari materi yang lain dan bacalah agar kita bisa menambah wawaan dan memajukan anak didik kita.., sampai jumpa di artikel lainya...

Anda sekarang membaca artikel KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi dengan alamat link http://www.materiajar.web.id/2017/05/konjungsi-pengertian-macam-macam-dan.html

0 Response to "KONJUNGSI : Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Konjungsi"

Posting Komentar